Bandara Terburuk Di Dunia

Sebelum munculnya agama Kristen dan Islam di Sulawesi Selatan yang menempatkan pembagian gender hanya ada dua, laki-laki dan perempuan secara kodrati.

Masyarakat Sulawesi Selatan mengenal lima jenis kelamin yang masing-masing punya posisi di masyarakat.

Tiga Jenis Kelamin Lainnya Versi Orang Sulawesi Selatan
Tiga Jenis Kelamin Lainnya Versi Orang Sulawesi Selatan

Kelima jenis kelamin tersebut yakni:


1. Bura’ne artinya pria atau lelaki, biasanya jenis kelamin ini dituntut harus maskulin dan mampu menjalin hubungan dengan perempuan.

2. Makkunrai, artinya wanita atau perempuan. Makkunrai kerap kali dituntut untuk menjadi feminin, jatuh cinta dan bersedia menikah dengan lelaki, mempunyai anak dan mengurusnya serta wajib melayani suami.

3. Calalai sebagai gender ketiga yang diakui dalam kebudayaan Suku Bugis. Calalai ini perempuan yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki, Calalai biasa juga disebut perempuan maskulin atau tomboy.

4. Calabai merupakan salahsatu dari 5 jenis kelamin dalam kebudayaan Suku Bugis. Calabai adalah laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan.
Menurut sistem gender Suku Bugis, calabai adalah wanita palsu.
Oleh karena itu, orang-orang ini umumnya laki-laki secara fisik tapi mengambil peran seorang perempuan. Mode dan ekspresi gender seorang calabai jelas feminin, tetapi tidak cocok dengan “khas” gender wanita.

5. Bissu, sebagai gender kelima berbeda dengan 4 gender yang lain. Mereka adalah golongan yang disebut “bukan lelaki bukan pula perempuan”.
Bissu atau kelompok orang-orang mistik, dalam budaya Suku Bugis mereka memiliki posisi yang sangat penting.

Dulunya, semua gender tersebut hidup berdampingan. Namun seiring waktu jenis kelamin diluar lelaki dan perempuan menjadi masyarakat kelas kedua.

Ditambah lagi saat pergolakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi Selatan yang melancarkan Operasi Taubat.

Operasi Taubat menyasar orang-orang yang mengakui dirinya di luar dari gender perempuan dan laki-laki.

Mereka akan dikejar dan disuruh bertaubat. Jika calalai akan diberikan kembali baju perempuan. Begitu pun sebaliknya untuk calabai dan bissu, diberikan baju laki-laki.

Eksistensi calalai, calabai dan bissu kemudian menjadi surut. Masyarakat mulai memandangnya sebagai sesuatu yang lain.

Padahal menurut Alwi Rachman, dosen Fakutas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makassar, masyarakat Bugis dan Makassar sejak dahulu punya toleransi yang tinggi.

Hal ini bisa dibuktikan dengan posisi strategis yang diterima oleh bissu dalam struktur kerajaan. Bissu selalu mendapatkan tempat penting dalam sebuah ritual. Bahkan posisi ini masih berlaku hingga sekarang.

Di kalangan bissu, mereka yakin bahwa posisinya dalam bermasyarakat cukup adil. Karena dia bukan lelaki juga bukan perempuan.

Ibarat tangan, Jempol itu adalah bura’ne (laki-laki), kelingking adalah makunrai (perempuan), telunjuk adalah calabai (waria), jari manis adalah calalai (tomboi) dan jari tengah adalah bissu.

Bissu memang menjadi sesuatu yang menarik di masyarakat. Mereka dianggap sebagai pranata spiritual paling vital penyambung dan penghubung antara manusia dan dewa.

Itulah mengapa, keberadaanya masih menjadi sesuatu yang sakral di masyarakat.
Jadi masyarakat Sulawesi Selatan sudah sejak dahulu memiliki toleransi antar gender.

Namun kemudian berubah seiring berkembangnya zaman ditambah kian pahamnya peradaban manusia atas keberlangsungan hidup. (Sumber: Bicara.id )

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian () sejak 8 Oktober 2015 lalu.

Melengkapi Surat Edaran tersebut, saat ini di Jakarta telah terpasang system Big Data Cyber Security Indonesia yang juga ditautkan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan ke Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional untuk menyedot seluruh informasi yang diunggah melalui internet di Indonesia.

Sistem ini menjadi semacam polisi internet yang tidak hanya memantau situs-situs, namun juga memantau seluruh percakapan cyber baik itu di sosial media Facebook, WhatApp, BlackBerry Massenger hingga ke pesan SMS setiap orang yang ada di Indonesia. Intinya semua aktivitas yang menggunakan jaringan internet akan otomatis tersedot masuk ke Big Data.

Waspada..! Polisi Online Mengintai
images via: bicara.id


Polisi online ini akan mencari hal-hal yang bersifat sensitif, baik berupa gambar pimpinan negara atau perkataan yang bersifat guyonan maupun lelucon. Tidak hanya bersifat umum, sistem ini juga dapat menyusup ke dalam grup BBM yang bersifat privat sekalipun.

Kumungkinan besar, kasus-kasus Fadli Rahim (33), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Gowa akan bertambah banyak. Fadli divonis Pengadilan Negeri Sungguminasa selama 8 bulan karena mengkritik Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo melalui grup LINE.

Surat Edaran hate speech yang telah didistribusikan oleh Polri ke seluruh Polda dan Polsek di seluruh Indonesia itu menuai tanggapan beragam dari masyarakat. Tidak sedikit diantaranya yang bertanya, maksud dari tiap-tiap poin yang termaktub dalam Surat Edaran itu.

Apalagi Surat Edaran tersebut tidak hanya mendorong lahirnya polisi online, tapi juga dalam bentuk off line, semisal orasi dan sebagainya. Lihat versi lengkap Surat Edaran Polri tersebut di bawah ini:

Dari sekian banyak penjabaran dalam Surat Edaran tersebut ada beberapa hal yang sangat perlu dan wajib diketahui oleh pengguna internet di Indonesia.






Pada Nomor 2 huruf (f) SE itu, disebutkan bahwa “ujaran kebencian dapat berupa tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan ketentuan pidana lainnya di luar KUHP, yang berbentuk antara lain:
1. Penghinaan,
2. Pencemaran nama baik,
3. Penistaan,
4. Perbuatan tidak menyenangkan,
5. Memprovokasi,
6. Menghasut,
7. Menyebarkan berita bohong dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan atau konflik sosial”.
Pada huruf (g) selanjutnya disebutkan bahwa ujaran kebencian sebagaimana dimaksud di atas bertujuan untuk menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan atau kelompok masyarakat dalam berbagai komunitas yang dibedakan dari aspek:
1. Suku,
2. Agama,
3. Aliran keagamaan,
4. Keyakinan atau kepercayaan,
5. Ras,
6. Antargolongan,
7. Warna kulit,
8. Etnis,
9. Gender,
10. Kaum difabel,
11. Orientasi seksual.
Pada huruf (h) selanjutnya disebutkan bahwa “ujaran kebencian sebagaimana dimaksud di atas dapat dilakukan melalui berbagai media, antara lain:
1. Dalam orasi kegiatan kampanye,
2. Spanduk atau banner,
3. Jejaring media sosial,
4. Penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi),
5. Ceramah keagamaan,
6. Media massa cetak atau elektronik,
7. Pamflet.
Pada huruf (i), disebutkan bahwa “dengan memperhatikan pengertian ujaran kebencian di atas, perbuatan ujaran kebencian apabila tidak ditangani dengan efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, akan berpotensi memunculkan konflik sosial yang meluas, dan berpotensi menimbulkan tindak diskriminasi, kekerasan, dan atau penghilangan nyawa”.
Prosedur penanganan
Adapun, pada nomor 3 SE itu, diatur pula prosedur polisi dalam menangani perkara yang didasari pada hate speech agar tidak menimbulkan diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa dan atau konflik sosial yang meluas.
Pertama, setiap personel Polri diharapkan mempunyai pemahaman dan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk kebencian.
Kedua, personel Polri diharapkan lebih responsif atau peka terhadap gejala-gejala di masyarakat yang berpotensi menimbulkan tindak pidana.
Ketiga, setiap personel Polri melakukan kegiatan analisis atau kajian terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya. Terutama yang berkaitan dengan perbuatan ujaran kebencian.
Keempat, setiap personel Polri melaporkan ke pimpinan masing-masing terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya, terutama yang berkaitan dengan perbuatan ujaran kebencian.
Apabila ditemukan perbuatan yang berpotensi mengarah ke tindak pidana ujaran kebencian, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan, antara lain:
– Memonitor dan mendeteksi sedini mungkin timbulnya benih pertikaian di masyarakat,
– Melakukan pendekatan pada pihak yang diduga melakukan ujaran kebencian,
– Mempertemukan pihak yang diduga melakukan ujaran kebencian dengan korban ujaran kebencian,
– Mencari solusi perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai dan memberikan pemahaman mengenai dampak yang akan timbul dari ujaran kebencian di masyarakat;
Jika tindakan preventif sudah dilakukan namun tidak menyelesaikan masalah, maka penyelesaiannya dapat dilakukan melalui upaya penegakan hukum sesuai dengan:
– KUHP,
– UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
– UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,
– UU Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, dan
– Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial.
Sumber Kompas


Kapolri sebagaimana dilaporkan oleh Rappler 29 Oktober 2015 mengatakan, diterbitkannya surat edaran ini sebagai bentuk memberikan efek jera kepada kelompok yang gemar membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab. Sayangnya, tidak sedikit masyarakat yang menilai Surat Edaran tersebut sebagai bentuk pembungkaman suara kritis di media sosial.

Kabareskrim Komjen Anang Iskandar dikutip dari Tribunnews secara tegas membantah pernyataan tersebut. Ia berdalih, media sosial saat ini sudah tidak bisa lagi dibungkam. Hanya saja ia meminta pengguna sosial media untuk tidak berlebihan. Sebab, jika berlebihan dan ada yang melapor, maka itu bisa diproses hukum.

“Kalau nulis jangan sampai mengganggu privasi orang,” singkatnya.

Walau ada yang tidak sepakat dengan Surat Edarah Polri tersebut, tidak sedikit pula yang mendukung. Bahkan menilai hal ini bisa mengurangi ideologi kekerasan di Indonesia. Rohaniwan sekaligus pengamat sosial, Romo Benny Susetyo dilansir Kompas mengatakan, ini adalah satu kemajuan yang besar di Indonesia.

Entahlah… ini kemajuan atau kemunduran demokrasi?

Sumber: http://bicara.id/waspada-polisi-online-mengintai/

Sepasang suami istri menagalami obesitas, karena kelebihan berat badan ini keduanya sulit untuk melakukan hubungan seksual juga kegiatan lainnya.

Karena Kegemukan Pasangan Ini Sulit Bercinta
Karena Kegemukan Pasangan Ini Sulit Bercinta via chinanews.com

Mengutip berita dailymail, Lin Yue suami dan istrinya Deng yang keduanya berjuang untuk mengurangi berat badan mereka agar bisa berhubungan di atas ranjang, obesitas menjadi maslah utama hubungan mereka.

Karena Kegemukan Pasangan Ini Sulit Bercinta
Karena Kegemukan Pasangan Ini Sulit Bercinta images: via chinanews.com

Mereka menikah sejak 2010 silam, karena berat badan badan berlebih ini sulit mencari gaun penganting yang pas, sehingga harus memesan sesuai ukuran badan.
Berat masing-masing pasangan ini bisa mencapai 200kg, perut yang menggembut membuat mereka tidak bisa bercinta. Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pengobatan menurunkan berat badan ke kota Changchun.
Source: shangaiist

Merasakan sensasi rasa beragam kue bulan, tidak perlu jauh-jauh ke negeri Tirai Bambu. Cukup datang ke Baywalk Mall Jakarta Utara mulai tanggal 14 September–27 September 2015, Anda bisa merasakan suasananya.

“Pengunjung bisa merasakan beragam cita rasa dan jenis kue bulan dalam Bazaar Enjoy The Cake with Our Tenants di atrium,” kata Ellen Hidayat, Chief Executive Officer (CEO) Baywalk Mall, di Jakarta, Sabtu (5/9/2015).

Berbagai macam isi kue bulan yang dapat ditemui, seperti kacang wijen, kacang mete, kacang hitam, kacang tanah, serta kombinasi kacang hitam dengan kismis, dan kacang hitam dengan telur asin.

Bahkan, juga ada kue bulan yang isi didalamnya adalah cokelat, keju, moca, cempedak, durian, dan lain-lainnya.

Bagi etnis Tionghoa festival Moon Cake melambangkan kuatnya arti kekeluargaan. Hari itu semua anggota keluarga, teman-teman berkumpul bersembahyang dan dilanjutkan makan kue bulan.

Mencicipi Indahnya Kue Bulan di Baywalk Mall
Mencicipi Indahnya Kue Bulan di Baywalk Mall images:via trendezia.com
Melengkapi perayaan Mooncake Festival juga menghadirkan atraksi barongsai yang tentunya sudah ditunggu-tunggu.

Festival Kue Bulan dirayakan pada pekan kedua di setiap bulan September menandai datangnya musim gugur.

Rangkaian acara Mid Autumn Feast – Mooncake Festival di Baywalk Mall ini diawali dengan event Under The Sea Adventure yang berlangsung mulai tanggal 11-20 September 2015.

Anak-anak yang berkunjung ke mall dapat menyusui ikan koi dan merasakan sensasi bermain bersama ikan kecil, kura-kura serta biota laut lainnya.

Dalam rangkaian adventure ini akan mengajak anak-anak untuk melakukan workshop activity Art and Craft serta talkshow science tentang biota laut.

“Acara ini diharapkan dapat memberikan nilai positif dan edukasi bagi anak-anak yang berkunjung ke Baywalk Mall,” kata Ellen.

Acara juga diisi kesenian dan tradisi khas China seperti Mandarin Acoustico, Kids Activity Fun Sun Day Decorating Lantern serta atraksi Barongsai Tonggak pada tanggal 26 dan 27 September 2015.

Puncak acara Mid Autumn Feast – Mooncake Festival, Baywalk Mall akan menghadirkan juga special performance Alena Wu tanggal 24 September 2015 pada pukul 17:00 WIB.

Event kali ini diharapkan dapat menjadikan Baywalk Mall sebagai destinasi wisata sekaligus belanja bagi para pengunjung setianya.

“Sehingga bisa meningkatkan jumlah pengunjung antara 30 sampai 40 persen dibanding hari biasa,” kata Ellen.

TRIBUNNEWS.COM

Ini Dia Bakso Kelenger Namanya,Mau Coba?
Ini Dia Bakso Kelenger Namanya,Mau Coba?
Pernah mencoba sensasi makan bakso besar, anda harus mencoba bakso Klenger. Biasanya kuliner dengan level hanya pada rasa pedas saja, namun bakso Klenger ini memiliki level dari besarnya bakso. Kebayangkah anda makan bakso sebelas bola dengan besar 40cm? Dengan membayangkan saja mungkin anda sudah kenyang.
Bakso Klenger terletak di kota Surabaya, buat para pecinta bakso wajib nih mencoba bakso Klenger. Di surabaya tempat ini sudah terkenal dikalangan masyarakat dan selalu ramai di kunjungi konsumen pecinta bakso. Pemilik bakso Klenger ini Pak Pasiran yang menciptakan bakso super besar.
Awalnya Pak Pasiran berjualan bakso dengan ukuran bakso standar seperti yang lainnya. Menurut dia pembeli cepat bosan dengan bentuk bakso standar. Kemudian Pak Pasiran membuat sebuah terobosan di dunia kuliner bakso dia membuat ukuran bakso yang besar, dan terobosannya ini berhasil dan disukai para konsumen. Sehari Pak Pasiran mampu menghabiskan 15 kg daging sapi, dan menghasilkan omset hingga 2 juta perhari.
Menu bakso Klenger ada 5 level tingkat ukuran.
  • Level 1 : diameter 15 cm
  • Level 2 : diameter 20 cm
  • Level 3 : diameter 25 cm
  • Level 4 : diameter 30 cm
  • Level 5 : diameter 40 cm
Alamat : jl Rembang Raya Surabaya

Jam buka : 14.00 – 22.00 wib

No telpon : 0852 3105 7622

Source : Uzone.id

Pilot Angkatan Laut Amerika (US Navy), Letkol James Patrick Murphy yang membawa pesawat Cirrus Fixed Wing Single Engine N-90676 akhirnya diizinkan melanjutkan penerbangan menuju Singapura setelah menjalani pemeriksaan selama enam hari.

TNI AU Tahan Pilot Amerika 6 Hari di Tarakan
Shukoi TNI AU images:theaviationist.com

Komandan Lanud Tarakan, Letkol Pnb Tiopan Hutapea dalam keterangannya mengatakan, pesawat Cirrus Fixed Wing Single Engine diperbolehkan terbang kembali setelah melengkapi administrasi untuk terbang.

"Syarat itu adalah dokumen berupa Ministry Of Foreign Affair (MFA) dari Kementerian Luar Negeri. Kemudian Indonesia National Defence Force (INDF) dari Mabes TNI dan Ministry Of Transportasion (MOT) dari Kementerian Perhubungan Udara," katanya, Selasa (17/11).

Selama menunggu proses dokumen dan proses administrasinya lengkap, kata Tiopan, Letkol James Patrick Murphy menjalani proses pemeriksaan intensif oleh TNI AU, Bea Cukai, Imigrasi, dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tarakan.

Letkol James Patrick Murphy menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Kesehatan Lanud Tarakan dan mengisi flight plan sesuai prosedur penerbangan. James Patrick Murphy melanjutkan penerbangan menuju Singapura setelah membayar denda/sanksi dan mengurus administrasi yang berlaku di wilayah NKRI.

Pilot US Navy, Letkol James Patrick Murphy ditahan karena melakukan pelanggaran terhadap wilayah kedaulatan NKRI. Pesawat Cirrus Fixed Wing Single Engine yang ditumpangi James Patrick Murphy dipaksa turun oleh Pesawat Sukhoi TNI AU di Langit Kota Tarakan pada Senin (9/11).

Source: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/11/17/nxyo63361-tni-au-tahan-pilot-amerika-6-hari-di-tarakan
Powered by Blogger.