Bandara Terburuk Di Dunia

Banyak cara menuju Roma, begitu juga dengan salah satu perusahaan kecantikan ini, dengan mewajibkan pegawainya untuk mengirimkan uang kepada orang tua mereka sendiri adalah salah satu contoh yang baik dan patut diacungi jempol namun ini juga menuai beragam reaksi, baca berita selengkapnya dibawah ini.

Seperti yang kami lansir dari viva.co.id 15/10/2015 bahwa sebuah jaringan salon kecantikan di Tiongkok saat ini menjadi perbincangan hangat di dunia maya.  Ini semua disebabkan karena mereka membuat sebuah aturan yang mewajibkan karyawannya untuk mengirimkan sebagian dari uang penghasilan mereka kepada orang tua.

Inilah Perusahaan Yang Mewajibkan Karyawannya Mengirimkan Uang Ke Orang Tua
Mewajibkan Karyawannya Mengirimkan Uang Ke Orang Tua -  images:pixabay.com

BBC edisi rabu 14 Oktober 2015 melansir bahwa salon itu menyebut kebijakan mereka sebagai tanda bakti terhadap orang tua.  Harian Guangzhou menyebut bahwa tujuan dari program itu adalah untuk mempromosikan nilai-nilai luhur diantara pegawai atau karyawan mereka.

Sementara menurut juru bicara Jaringan Salon Kecantikan itu, Lu Meiyi mengatakan bahwa banyak pegawai mereka yang berumur muda dan mereka berasal dari desa serta tidak memperoleh pendidikan yang baik. Masih menurut Lu, salon tersebut ingin memberikan inspirasi dan rasa saling menghormati diantara pegawai terhadap orang tua mereka.

Kebijakan ini sudah  diberlakukan selama 3 tahun dan pada setiap perekrutan pegawai baru akan di berikan syarat ini jika mereka menolak maka mereka tidak akan direkrut oleh perusahaan.

Perusahaan hanya mengambil 10 persen dari gaji mereka yang rata-rata berkisar 3.000 Yuan atau setara dengan Rp.6.5 juta dan dikirimkan kepada orang tua pegawai yang bersangkutan, ini berlaku untuk karyawan yang belum menikah. Sementara bagi karyawan atau pegawai yang sudah menikah akan dipotong sebesar 5 persen saja.

Banyak sekali reaksi dan komentar di dunia maya berhubungan dengan kebijakan ini, ada yang pro dan tentu juga ada yang kontra.  Itu semua tergantung dari faktor apa mereka menilainya.



Post a Comment

Powered by Blogger.